Kamis, 24 Agustus 2017

Lelah InshaAllah Lillah MTQMN XV



Asalamu'alaikum Salam Pemuda Qurani...
Setengah semester mempersiapkannya, 10 hari kita eksekusi dengan luar biasa, kita sebagai panitia mtqmn xv 2017... lelah, senang, sedih, bangga, bahkan susah move on dari semua kenangan yang telah ditorehkan dalam acara terbesar sepanjang sejarah mtqmn di Indonesia.

Kami sebagai LO sendiri dari tgl 26 juli memulai penjemputan, rasanya nyaris begadang demi menjemput dan menyambut kafilah yang datang di pagi buta, harus berjalan dari GKM hingga FKG, yaaa... sekalian olahraga tak apalah hehe.

Kesulitan mulai muncul, saat itu mobil untuk menjemput tidak ada kabar sampai saat akan berangkat, maka saya dan patner saya dengan temannya memutuskan untuk menjemput dengan motor, beruntunglah kafilahnya cuma satu orang. Kesulitan tidak hanya sampai disitu, kafilah saya yg awalnya konfirm jemput di terminal arjosari mendadak konfirm kalau bus yg ia tumpangi turun hanya sampai terminal bus rosalia, baliklah kami ke tempat yg dimaksud. Saat perjalanan pulang menuju uin..penuh rahmat, pagi itu juga turun hujan setelah sekian lama di tanah ngalam, keringat bercampur dinginnya hujan. Kami gas motor menuju UIN agar kafilah kami bisa cepat beristirahat, nihil stelah sampai UIN bukan malah istirahat tp langsung pesan kendaraan untuk jalan-jalan ke Cangar, what!! 😳 hari pertama memulai keseruan kami bersama kafilah.

Setiap pagi bangun dari tidur fikiran pertama kali tertuju untuk kafilah. Mengingatkan untuk segera ambil sarapan di food center, mengingatkan untuk segera menuju bus comuter, kadang ada yg masih tidur, masih mandi, masih diluar UIN karena diajak temennya yg org malang dsb. Tapi tak apa.. tetap melayani sampai akhir seperti jargon kami sebagai LO "Mendampingi dengan jiwa Qurani" :) .

Detik-detik menjelang pembukaan tgl 28 juli menurut saya adalah hari terberat dan tersibuk. Selain kafilah yg blm tahu lokasi di UB kita harus gerak cepat menjelaskan informasi yang simpang siur dan perubahan yg mendadak di group LINE terkait agenda pembukaan, seperti tempat duduk kafilah yg ikut defile dan tidak. Lari ke sisi panggung satu ke sisi yg lain, juga mengantar official menuju food center, sinyal dan paketan juga nyendat saat itu sedikit mengalami kesulitan koordinasi dgn patner yg masih otw ke UB (kode uang pulsa). Ambil makan sudah, kafilah juga sudah siap di tempat duduknya masing2, setelah pembukaan yg luar biasa, kafilah diarahkan menuju bus untuk pulang dan beristirahat di uin. Bahkan sampai akhir tidak sadar kalau raga ini belum sempat menikmati lezatnya nasi kotak seharga 20 rb an (salah sendiri sih). Saatnya kami sebagai LO juga pulang dan beristirahat, saat itu saya berfikir lelah sekali padahal masih pembukaan, tp ternyata tidak demikian hari selanjutnya malah tidak begitu melelahkan, Alhamdulillah.

Selain pembukaan, kesulitan lain saat hari H juga kami rasakan saat hari pelaksanaan lomba, seperti tidak jelasnya waktu pembagian maqra dan info terkait food center di masing-masing tempat di UB, UM, dan UIN. Tapi Alhamdulillah setelah kepekaan panitia yg bersangkutan semuanya berjalan lancar. Konsumsi yang tidak pernah telat bahkan sampai bejubel memenuhi food center karena tidak segera diambil. Pertanyaan yg tiada henti menghujani group besar KELUARGA MTQMN XV terutama group LO sampai notice di LINE 999++ tidak berubah walau sudah dibaca secara berkala. Kafilah yg ingin sekali naik macito sampai antre satu jam sebelumnya sering di php dan harus menerima kekecewaan karena gagal naik macito sebab kapasistas macito yg disediakan tdk sebanding dgn jumlah kafilah yg antre untuk naik saat itu juga T_T poor kafilah.. tapi kami sebagai LO tidak boleh tinggal diam, tentu kami menenangkannya bahwa nanti akan ada wisata kafilah yg jauh lebih seru, walau kafilah masih sedikit tidak terima, maaf teman-teman T.T

Ya selain hal diatas tentu masih banyak pengalaman dan keseruan lain yang dihadapi panitia saat hari H pelaksanaan mtqmn 2017 di UB,UM dan UIN tentunya. Sampai pesta sempol lebih dipilih kafilah dibanding makanan yg disediakan panitia karena monoton setiap hari lauk yg ditemui adalah ayam ayam dan ayam :v.

Pada akhirnya. Bismillah sampai hari terakhir tgl 4 agustus melepas kepergian kafilah, senang dan tidak menyangka waktu cepat berlalu, bisa menemani mereka selama 10 hari ini sungguh pengalaman yg takkan terlupakan. Hari itu juga kami dan kafilah foto bersama di depan bus kampus kafilah yang berwarna putih dengan warna biru membentuk tulisan nama universitas. Senyum lebar terlukis di setiap sosok pada foto tersebut.

Beberapa waktu kemudian setelah agenda kepulangan kafilah, kami segenap panitia mtqmn 2017 dikumpulkan dalam satu tempat yaitu lapangan rektorat Universitas Brawijaya bersama dengan ketua pelaksana Bpk. Muwafiq Shaleh dan rektor UB Bpk. Muhammad Bisri yang terhormat. Hal yang membuat saya tersenyum dan merasa kami disatukan sebagai bagian dari panitia mtqmn 2017 ini adalah saat sebuah usulan untuk pengadaan wisata khusus panitia, mas Agus selaku kapel berusaha untuk mendiskusikan hal tersebut dengan para atasan. Bukan wisatanya yg utama tapi karena merasa saling mengerti akan jerih payah, sakit, dan pengorbanan waktu dan tenaga lainnya membuat suara hati jajaran panitia kompak menyuarakan "Wisata Panitia" dengan lantang tepat di depan rektorat (ya walau dilihat sekilas terkesan seperti demo). Saat itulah semua panitia menemukan perasaan yg sehati dengan panitia lainnya, "kita sudah berjuang bersama-sama dalam kepanitiaan ini, lelah selama ini harus dibayar. Tapi kami ikhlas..kalaupun tidak terelasisasi tak mengapa toh komitmen kami sejak awal "lelah tak apa yang penting dalam hati tetap bersemayam lillah, Allah yang akan membalasnya" wallahu 'alam". Namun takdir sudah berkata bahwa kami segenap panitia telah disepakati untuk berangkat berwisata. Alahamdulillah rezeki anak sholeh/ah. Akhirnya tanggal 6 Agustus 2017 kami segenap panitia bertolak dari UB dan Malang menuju Jember. Sekian
Wasalamu'alaikum wr.wb

Berikut cuplikan antusiasme panitia mahasiswa MTQMN XV 2017 saat inginkan wisata khusus panitia.
#mtqmnxv2017
#salampemudaqurani
#mtqmnxvpunyacerita

Surat Tak Sampai

Walaupun aku tak begitu mengenalmu
Aku bukanlah keluargamu
Aku juga tidak bisa dikatakan sahabat baikmu
Tapi naluriku sebagai seorang muslim mengantarku pada hati yang pilu
Allah bukannya tak adil
Ia menguji tuk tingkatkan derajat kita
Malaikat itu kan jadi pelipur lara
Namun..
Arahkanlah menuju Dia
Dengan menanamkan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah dalam hidupnya
Menjadi Al Furqan dalam masyarakat yang kian bias ini
Sediakah dirimu berjuang lebih lama..lebih sakit..dan lebih berat dari kebanyakan orang.. 
Ku bantu sebisaku
Ini hanya tulisan tak berarti dibanding perjuanganmu
Tak perlu sesali sebegitunya.. yakinlah
Bahwa Allahlah penolongmu..Ia sudah lebih dari cukup..
~ Untukmu kawan lama